Sabtu, 20 Juni 2015

Buah Kesemek Yang Unik dan Berbedak


Kesemek begitulah nama buah yang berwarna kuning dan oranye ini. Mungkin namanya masih terdengar asing bagi sebagian orang. Apalagi buah ini juga tidak bisa dijumpai setiap saat karena merupakan buah dengan musim panen secara musiman.



Buah kesemek cukup menarik bentuknya. Berbentuk dan berukuran seperti buah apel. Tetapi ada yang membedakannya karena di permukaan kulitnya ada lapisan bubuk halus berwarna putih yang alami dan seperti bedak.



Rasa buah kesemek yang bernama latin Diospyros kaki Thunb ini manis , enak dan nikmat sekali. Tekstur daging buahnya terasa lembut dengan  cukup banyak kandungan air. Tak ada biji di dalamnya.



Buah ini juga dikenal dengan Semek, Buah Samak, dan Tasmak . Sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Oriental persimmon
 

Buah ini dapat dimakan langsung dalam keadaan segar setelah direndam (diperam) dengan air kapur untuk menghilangkan rasa sepat dan getahnya.  Akibat rendaman air kapur itulah yang meninggalkan bekas seperti bedak di permukaan kulit buahnya.



Biasanya buah juga dapat dikeringkan atau diolah menjadi selai, agar-agar, es krim, sirup dan lain-lain. Bahkan di negara Rusia, buah kesemek ini biasa dibuat nasi buah kesemek. Entah bagaimana rasanya nasi buah kesemek itu, ya? 



Selain rasanya yang manis dan nikmat, buah ini juga memiliki banyak manfaat positif untuk kesehatan. Buah kesemek segar mengandung 19,6 % karbohidrat,  fruktosa dan glukosa, protein 0,7% , vitamin A, kalium, zat tanin, kalsium, fosfor, retinol, dan senyawa anti oksidan. 


Zat tanin (dinamai tanin-kaki) terkandung dalam buah kesemek yang muda sehingga menimbulkan rasa sepat. Zat tanin ini akan berkurang seiring dengan masaknya buah.


Sayang sekali,  seiring banyak jenis buah-buahan impor dengan bentuk dan tampilan yang lebih menarik, keberadaan buah kesemek seolah semakin pudar. Saat ini buah kesemek telah menjadi salah satu buah yang langka di Indonesia .



Saya sendiri jika menjumpai ada penjual buah kesemek selalu menyempatkan membeli dalam jumlah banyak sekaligus. Maklum selain rasanya enak dengan sensasinya yang khas, juga jarang ada. Kalaupun ada di pasaran biasanya cuma ada tak lebih dari 1 minggu saja .








Rabu, 17 Juni 2015

Buah Jabuticaba Yang Unik dan Multi Manfaat


Permukaan batang pohon itu tampak berwarna ungu kehitaman karena dipenuhi oleh buah yang berbentuk bulat Sepintas buah itu mirip dengan buah anggur baik kulit atau daging buahnya. 


Bedanya bila buah anggur mengerombol dalam satu tangkai, buah yang satu menggerombol memenuhi permukaan batang pohon.


Karena hal itulah yang menjadikannya juga dikenal dengan nama Anggur Brazil karena memang asal tanaman itu dari negara Brazil . Rasa buahnya sendiri manis yang bercampur asam. 


Ada pula yang mengatakan rasanya campur antara buah sirsak, srikaya, anggur atau manggis sesuai dengan umur dan tingkat kematangan buah.


Buah itu bernama Jabuticaba  atau Jaboticaba yang bernama latin Myrciaria cauliflora. Mungkin nama buah yang berdiameter 3-4 cm itu masih cukup asing terdengar bagi orang awam, walau sebenarnya sudah populer bagi penyuka tanaman buah.

 
Selain bisa langsung dimakan dengan daging buah yang berwarna putih dan terasa agak kenyal, buah Jabuticaba juga biasa digunakan untuk membuat selai, jelly, minuman jus atau wine, atau campuran kue . Selain itu juga biasa digunakan sebagai obat-obatan tradisional .


Caranya dengan dikeringkan dibawah sinar matahari lalu direbus. Hasil rebusannya dipercaya dapat mengobati sakit batuk berdarah, asma, diare, dan radang tonsil. Sedangkan dalam pengobatan modern , buah ini dpercaya memiliki banyak khasiat sebagai zat antioksidan, antiradang, dan antikanker kaena mengandung zat yang diberi nama Jaboticabin.


Pohon Jaboticaba terbilang rajin berbuah karena dalam setahun bisa sampai dua hingga tiga kali berbuah. Semakin  dewasa semakin  lebat buahnya dan jika ditanam di daerah dataran tinggi, siklus berbuahnya lebih panjang. Jeda berhenti buahnya juga sebentar karena begitu buah habis , segera muncul bunganya kembali .


Memiliki pohon Jabuticaba ini tentu sangat menyenangkan karena selain bisa sebagai tanaman hias juga dapat dinikmati hasil buahnya. Apalagi harga buahnya cukup mahal karena bisa mencapai Rp 100.000 per kg.




















Selasa, 16 Juni 2015

Bunga Telang Sebagai Pewarna Biru Alami

Ada banyak tanaman yang bisa digunakan sebagai bahan pewarna alami . Salah satunya adalah tanaman Telang yang bunganya bisa menjadi pewarna biru alami.


Cara menggunakannya juga mudah yaitu dengan mengumpulkan beberapa kuntum bunga sesuai dengan kebutuhan lalu meremasnya dengan tangan atau menumbuknya sehingga keluar sari-sari warna birunya. 


Pewarna biru dari bunga Telang ini biasa digunakan untuk pewarna kue, puding, minuman dan aneka kuliner lainnya. Dengan warna birunya yang indah menjadikan penampilan makanan dan minuman itu tampak menarik sekali.


Apalagi penggunaan ekstrak bunga telang tidak  mempengaruhi aroma atau cita rasa masakan. Sebab, ekstrak pewarna yang didapat dari mahkota bunga telang ini, hanya mengandung zat warna yang dikenal sebagai antosianin.



Tanaman bernama latin Clitoria ternatea  ini sebenarnya bisa dengan mudah dijumpai di sekitar kita karena tanamannya yang mudah ditanam dan tumbuh secara masif. Tapi entah kenapa, saat ini cukup susah juga menjumpai keberadaan tanaman ini. 
 

Tanaman yang dikenal juga dengan nama global sebagai butterfly pea, blue pea, Cordofan pea dan Asian pigeonwings sangat dikenal di Malaysia. 


Ekstrak bunganya yang berwarna biru sering digunakan untuk memberikan warna pada kue ketan bernama Pulut Tai Tai. Di daerah Kelantan, negara bagian Malaysia, ada juga nasi putih yang diberi warna kembang telang dikenal dengan nama nasi kerabu. 


Untuk kuliner Burma dan Thailand, terkadang bunga telang dicelupkan ke dalam adonan tepung dan digoreng hingga kering sebagai camilan yang nikmat dan unik.  


Sedangkan di Thailand, ada  minuman sirup berwarna biru yang terbuat dari ekstrak bunga telang bernama Nam Dok Anchan. Dengan beberapa tetes air jeruk nipis yang ditambahkan ke dalam minuman tersebut dapat merubah warnanya menjadi pink keunguan. 
 

Bunga Telang ini bisa digunakan sebagai pewarna alami dalam keadaan bunga segar atau kering. Di beberapa tempat ada yang menjualnya dalam kemasan plastik. 


Tetapi untuk hasil yang lebih optimal, sebaiknya gunakan bunga Telang yang segar dan baru dipetik dari tanamannya.


















Senin, 15 Juni 2015

Bunga Unik Yang Berbentuk Seperti Bibir Manusia

Tanaman Psychotria Elata atau Hot Lips itu tampak unik dan berbeda. Di bagian pucuknya terdapat semacam bunga yang berwarna merah menyala. Sepintas, bentuknya sangat mirip dengan bibir wanita yang mengenakan lipstik atau pemulas bibir.



Tanaman unik ini dapat dijumpai di hutan hujan tropis di Amerika Selatan seperti Kolombia, Costa Rica, Panama dan Ekuador. Selain menarik perhatian manusia, penampilan unik Psychotria Elata ini ternyata juga berguna untuk menarik burung, serangga, dan kupu-kupu untuk mendekat.


Dan ternyata yang berbentuk seperti bibir merekah itu ternyata bukan bunga dari tanaman ini, tetapi dari daun kecil dengan bunga. 


 Bentuk itu akan hilang seiring dengan bunga asli tanaman ini mulai mekar. Saat mekar daun kecilnya akan ikut merekah sehingga tidak lagi rapat membentuk bibir. 


Yang menarik, ada orang yang memetik " bibir itu " dan menempelkannya di bibir mereka. Ada juga yang mengatakan bibir itu mirip dengan bibir Angelina Jolie atau Mick Jagger.




Minggu, 14 Juni 2015

Burung Nuri Pelangi Yang Berbulu Indah

Burung Nuri Pelangi, begitulah julukan yang mungkin bisa diberikan pada burung nuri ini. Hal ini karena semua warna pada pelangi terdapat pada bulu-bulunya dengan pola dan komposisi yang sangat indah sekali.


Selain dikenal dengan nama burung Nuri Pelangi, burung ini juga dikenal dengan nama Kasturi Pelangi, Perkici Pelangi atau Rainbow Lorikeets . Sedangkan nama ilmiahnya adalah Trichglossus haematodus

 
Burung ini merupakan jenis paruh bengkok yang banyak dijumpai di Indonesia dan Australia. Yang menarik, walau burung ini tidak bersuara merdu karena suaranya lebih mirip suara jeritan yang kencang dan berisik, tetapi  tetap ada banyak yang menyukainya sebagai burung penghias rumah atau taman.


Nuri pelangi memiliki panjang tubuh sekitar 25 – 30 cm, dengan rentang sayap sekitar 17 cm.Bagian kepala berwarna biru yang tampak kontras dengan paruhnya yang berwarna jingga maupun lehernya yang kuning kehijauan. 
 
Pada tubuh bagian atas berwarna hijau gelap. Sedangkan bagian dada berwarna merah, dengan motif garis-garis biru kehitaman.

Ciri-ciri itu terdapat di burung Nuri Pelangi jenis jantan atau betina. Karena itu cukup susah untuk membedakan jenis kelaminnya.Yang menarik, burung ini termasuk jenis burung yang setia pada pasangan. Selama pasangannya itu belum dipisah karena dijual atau mati, selama itu pula dia akan setia pada pasangannya dan tak bisa ke lain hati.


Mereka sering terlihat secara berpasangan, termasuk saat terbang. Kalau ada burung sejenis yang memanggil, maka seekor atau sepasang Nuri pelangi akan bergabung. Biasanya dalam satu koloni terdapat 5-20 ekor.
 

Dalam menjaga daerahnya, maupun saat mencari pakan, pasangan burung Nuri pelangi memiliki perilaku sangat agresif. Mereka sering menyerang burung lain yang memasuki wilayah kekuasaannya.Tidak peduli apakah burung pengganggu itu memiliki ukuran tubuh lebih besar darinya.

 

Di Indonesia, Nuri pelangi tersebar di kawasan timur Indonesia, mulai dari Sulawesi, Nusa Tenggara, dan seluruh wilayah Papua. Tetapi terkadang juga dijumpai di Jawa dan Bali. Burung ini senang tinggal di kawasan hutan hujan dan daerah terbuka. 
 

Mereka sering terbang ke pucuk-pucuk pohon untuk mencari buah-buahan, nektar, getah pohon, biji-bijian, dan serangga.