Selasa, 02 Juni 2015

Bunga Saffron, Bumbu Masak Yang Termahal Di Dunia

Bunga Saffron itu tampak sangat indah sekali dengan warna ungu yang lembut dan romantis. Dedaunan berwarna hijau yang kecil dan memanjang  semakin menambah keindahannya. Sungguh tampak kontras dengan lingkungan hidupnya yang kring dan gersang.



Siapa sangka, bunga yang indah itu ternyata merupakan bahan atau bumbu untuk memasak. Harganya pun sangat mahal dan merupakan salah satu dari bumbu masakan yang termahal di dunia.


Mungkin nama bunga saffron itu masih terdengar cukup asing bagi banyak orang. Saffron adalah salah satu bumbu dapur khas Timur Tengah dan India yang biasa digunakan untuk memasak kare, nasi kuning, paela dan masakan khas timur tengah lainnya.

 

Saffron ini telah dibudidayakan sejak 3000 tahun yang lalu. Sebagian besar bunga saffron ditanam di wilayah Mediterania hingga ke timur wilayah Kashmir.Saffron sendiri berasal dari bunga crocus sativu yakni pada bagian tangkai putiknya. 


Bunga Saffron hanya memiliki 3 tangkai putik dalam 1 bunga. Tangkai putiknya memiliki tekstur yang halus seperti benang berukuran 2 – 4 cm. Putik bunga saffron berwarna oranye terang seperti kunyit. 




Karena jumlah putiknya sedikit dan ringan, maka jangan heran bila saffron menjadi salah satu bumbu dapur termahal di dunia karena bisa mencapai harga Rp 10 juta rupiah per kilogram. Harga yang fantastis untuk ukuran bumbu dapur.

 
Saffron sebenarnya bercita rasa pahit, tetapi dapat membuat aroma masakan menjadi lebih harum dan legit. Rasa pahit tersebut akan memudar ketika saffron mulai dicampur ke dalam bahan makanan.  

 
Saffon mengandung pewarna alami crocin, salah satu karotenoid yang membuat masakan menjadi berwarna kuning keemasan.Selain itu juga terdapat berbagai nutrisi penting lainnya seperti vitamin A, lemak tak jenuh, protein, karbohidrat, kalium, vitamin C, thiamin dan juga riboflavin.



Zat-zat yang dikandung saffron seperti karotenoid dan safranal (kandungan minyak saffron) dapat menangkal radikal bebas penyebab sel kanker, zat pencegah mutasi gen (antimutagenic), immunomodulating, serta zat antioksidan. 


Karena kandungan zatnya itu, orang-orang Persia banyak yang menggunakan saffron sebagai aprodisiac food (zat penambah gairah).Sayang, di Indonesia Saffron masih kurang dikenal karena jarang dijumpai dan harganya juga sangat mahal.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar